Strategi Menghadapi Daya Saing Produk UMKM di Jawa Barat

ZONABISNISBANDUNG -- Permasalahan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), saat ini tidak terletak pada permodalan atau pembiayaan. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah mengucurkan dana Kredit Cinta Rakyat (KCR).
Kendala yang dihadapi pelaku UMMKM saat ini adalah daya saing produksi yang semakin hari semakin ketat, sehingga membutuhkan strategi khusus.
"Terjadi pergeseran permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM. Jika sebelumnya permasalahan biaya, kini masalah daya saing menjadi kendala utama pelaku UMKM dalam memasarkan produknya," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat, Anton Gustoni dalam Diskusi Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb) di Sekretariat Fordisweb, Jln. Beruang No.2, Bandung, Senin (1/12/2014).
Menurutnya, pergeseran permasalahan tersebut diketahui setelah pihaknya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melakukan survey. Hasilnya, 30 persen permasalahan yang dihadapi adalah daya saing.
"Kami belum mengetahui secara pasti pergeseran ini. Mungkin karena ada KCR jadi persoalan biaya tidak masalah lagi," ungkapnya.
Menghadapi masalah daya saing ini, maka Dinas KUKM Jawa Barat menggelar banyak pelatihan kepada para pelaku UMKM. Pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan kemasan dan desain produk UMKM.
"Kalau masalahnya daya saing, relatif mudah untuk mengatasinya. Caranya dengan pelatihan desain dan kemasan. Kedua hal tersebut, bisa meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan para pelaku UMKM," katanya.
Diakuinya, dengan membuat desain dan kemasan produk yang bagus akan berdampak terhadap peningkatan harga produk tersebut. Kenaikan tersebut, bisa mencapai angka 300 persen.
"Kita mengetajui hal tersebut berdasarkan hasi survey. Desain dan kemasan produk yang bagus, maka harganya akan naik menjadi 300 persen," terangnya.


0 Response to "Strategi Menghadapi Daya Saing Produk UMKM di Jawa Barat"

Post a Comment